Home / Berita / BINA GENERASI BERKARAKTER ISLAMI

BINA GENERASI BERKARAKTER ISLAMI

MALANG- Pesantren Ramadan yang digelar SD Plus Al-Kautsar pada Rabu (30/5), menjadi momentum perubahan diri para siswa. Selama dalam kegiatan yang dilaksanakan dua hari itu, para siswa dibina secara intensif dengan nilai-nilai pendidikan agama. Meski sebenarnya di lingkungan SD Plus Al-Kautsar sendiri budaya islami telah tertanam kuat.

Namun dalam kesempatan ini, guru ingin mendampingi siswa serta mengajarkan pada mereka bagaimana seharusnya kaum muslimin bersikap dan beramal di bulan Suci Ramadan. Termasuk mengambil hikmah dengah datangnya bulan suci yang selalu dirindukan oleh umat Islam itu.

Kepala SD Plus Al-Kautsar Dr. Dhiah Saptorini, SE,. M.Pd  menegaskan, Pesantren Ramadan menjadi ajang pembinaan siswa untuk dapat mengubah diri menjadi lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Maka ukuran keberhasilannya adalah perubahan. Jika setelah pesantren Ramadan tidak ada perubahan sama sekali dari sikap atau peningkatan ibadah, berarti program ini tidak berhasil, katanya.

Menurut Rini, sapaan akrabnya, perubahan yang dimaksud meliputi banyak aspek. Perubahan yang paling ideal dilihat dari karakter diri yang menjadi lebih baik. Ia pun berharap bulan Ramadan yang dikuatkan dengan program pesantren Ramadan di sekolah, dapat menjadikan kualitas diri civitas SD Plus Al-Kautsar menjadi semakin meningkat. Anak-anak menjadi semakin hormat pada guru dan orangtua, semakin disiplin, jujur serta semakin rajin beribadah, tuturnya. 

Lebih jauh lagi, Rini mengihimbau kepada siswa dengan berpuasa di bulan Ramadan menjadikan diri semakin rajin beribadah, mandiri dan tidak mudah mengeluh. Ia berharap siswa harus mampu mengambil hikmah dan pelajaran dari sejarah Islam, dimana Rasulullah dan para sahabat begitu gigih dan bersemangat menjalankan ibadah saat bulan puasa.

Bahkan, perang terbesar di masa Rasulullah terjadi pada saat kaum muslimin sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Jadi tidak ada alasan untuk bermalas-malasan karena sedang berpuasa, justru di bulan inilah kesempatan kita untuk bersemangat melakukan kebaikan. Pesantren Ramadan bertujuan agar kalian sebagai generasi Islam tidak bermental tempe, tegasnya.

Pesantren Ramadan di SD Plus Al-Kautsar  dilaksanakan selama dua hari dengan sistem kelompok. Seluruhnya terdapat 45 kelompok, terdiri dari 25 kelompok santri putra dan  20 kelompok santri putri. Untuk siswa kelas 5 dan 6 diwajibkan untuk bermalam di sekolah. 

Otomatis mereka melaksanakan ibadah salat Tarawih dan sahur bersama di sekolah.  Ditambah lagi dengan kegiatan ibadah lain, seperti Tadarus Quran, salat Duha dan Qiyamul Lail.

Sementara siswa kelas 3 dan 4, sampai selesai salat Tarawih. Sedangkan siswa kelas 1 dan 2,  hanya sampai pada waktu buka puasa saja.

Adapun  materi yang disampaikan selama pelaksanaan Pesantren Ramadan, diantaranya materi fiqih dengan bimbingan salat dan zikir serta aqidah Islam. Selain itu, guru juga memberikan materi life skill untuk para santri. Mereka membuat es buah dan keterampilan dari kain flanel. Dan pada sore hari menjelang buka puasa, para santri bersama guru membagi takjil gratis kepada masyarakat. (Malang Post: 2 Juni 2018)

About SD Plus Al-Kautsar Malang

Check Also

Datangkan Guru dari Spanyol, Belajar Makin Asik

Siswa SD Plus Al-Kautsar Nampak lebih semangat di kelas. Mereka antusias mengikuti kelas bahasa Inggris …

Leave a Reply