Home / Artikel / KARYA ORANG TUA, DINILAI JURI ADIWIYATA NASIONAL

KARYA ORANG TUA, DINILAI JURI ADIWIYATA NASIONAL

SD Plus Al-Kautsar kini memiliki taman satwa dan puspa sebagai sumber belajar. Taman ini dibuka bersamaan dengan peringatan Hari Cinta Puspa Dan Satwa Nasional tahun 2017. Taman tersebut merupakan hasil karya orang tua siswa yang dibuat selama kurang lebih dua pekan, sejak 7 November lalu.

Pada Sabtu (18/11), karya orang tua siswa ini mendapat penilaian langsung oleh tim juri Adiwiyata Nasional yang diundang langsung oleh sekolah. Ala Baster, sebagai salah seorang juri merasa kagum akan semangat dan kreativitas orang tua siswa SD Plus Al-Kautsar dalam membuat media tanam dan monumen satwa.

Ia  mengatakan, peran serta orang tua sangat diperlukan dalam menjalankan program sekolah khususnya di bidang lingkungan.

Proses pendidikan mamang seharusnya melibatkan peran orang tua. Kami nilai respon dan peran orang tua siswa SD Al-Kautsar ini luar biasa,” ungkapnya.

Baster menambahkan, pembuatan taman puspa dengan media tanam, bisa menggunakan barang-barang bekas yang tidak terpakai. Dengan demikian akan mengurangi limbah yang dapat mencemari lingkungan.

“Yang jelas juga bisa memacu kreativitas orang tua untuk memberdayakan barang bekas menjadi barang yang berguna dan layak pakai,” imbuhnya.

Kepala SD Plus Al-Kautsar Dr. Dhiah Saptorini, SE. M.Pd mengatakan, hadirnya dua juri Adiwiyata Nasional dalam perlombaan taman puspa dan satwa membuat orang tua semakin bersemangat.

“Rasa lelah setelah behari-berhari membuat karya, semuanya terbayar dengan hadirnya juri adiwiyata yang memang ahli di bidangnya,” ucap Rini.

Dia bersyukur, bisa menghadirkan dua juri profesional yang tidak hanya memberikan penilaian, tapi juga memotivasi guru dan orang tua untuk semakin perhatian terhadap lingkungan sekitar.

“Semuanya telah ditakdirkan Allah, beliau berdua bisa hadir disini. Inti kebanggaannya adalah pendidikan lingkungan untuk para siswa SD Plus Al-Kautsar, tambahnya.

Terkait adanya taman puspa dan taman satwa di lingkungan lembaga yang dipimpinnya, Rini menjelaskan, hal tersebut bisa menjadi media dan sumber belajar siswa. Dengan media tersebut siswa akan semakin mudah untuk memahami tanaman dan satwa yang dilindungi. Termasuk penjelasan tentang kondisi terkini satwa yang dilindungi karena keberadaannya yang terancam punah.

“Kalau tanaman langka kami sudah punya, maka sekarang dilengkapi dengan monumen satwa yang dilindungi,” tuturnya.

Ada enam jenis binatang langka yang dibuat monumennya oleh orang tua. Antara lain komodo, badak, orang utan, bekantan, cendrawasih dan jalak bali. Sedangkan untuk taman puspa, diutamakan tanaman yang berbunga dan berbuah.

Adapun pemenang dari lomba menanam dengan media tanam, diraih oleh kelompok orang tua siswa dari kelas 5. Sedangkan lomba monumen satwa, dimenangkan oleh orangtua siswa dari kelas 1.

Sisi lain dari pelombaan ini, Dhiah Saptorini sangat mengapresiasi kinerja orang tua yang kompak selama pengerjaan taman. Berkat dukungan mereka yang selalu semangat dan antusias terhadap program sekolah, kini SD Plus Al-Kautsar semakin berwarna dan asri.

Keberadaan taman puspa dan satwa semakin memperkuat ciri SD Plus Al-Kautsar sebagai sekolah adiwiyata. Sebelumnya orang tua juga berperan aktif dalam pembuatan taman vertikal yang berada di halaman sekolah. (Malang Post : Senin, 20 November 2017)

About udin

Check Also

SD PLUS AL-KAUTSAR GELAR WORKSHOP INTERNASIONAL

MALANG – SD Plus Al-Kautsar menggelar workshop internasional yang diikuti oleh puluhan peserta terdiri dari …

Leave a Reply