Home / Artikel / Keteguhan Hati Seorang Guru Sejati

Keteguhan Hati Seorang Guru Sejati

Hidup merupakan sebuah perjalanan panjang. Dalam perjalananya, seorang manusia harus memperjuangkan hidupnya agar memperoleh kebahagian. Ujian dalam hidup merupakan salah satu hal yang tidak dapat dihindari oleh manusia. Ada ujian hidup yang terasa berat dijalani dan ada pula yang ringan ketika dihadapi. Keteguhan dan kesabaran dalam menjalani ujian hidup ini sangat ditentukan dari kualitas keimanan seseorang. Kadang seseorang gampang mengeluh ketika mendapatkan ujian dalam hidupnya, padahal ujian tersebut merupakan ujian yang ringan, dalam pandangan banyak orang.

Bekal keimanan inilah yang dapat memberikan kontrol pada seseorang untuk senantiasa sabar, tabah dlam menghadapi ujian hidup, teguh dalam mempertahankan keimanan dan juga dalam menjalani ujian hidup ini. Kita harus yakin bahwa Allah akan selalu bersama dengan orang–orang yang beriman, bertaqwa. Keyakinan ini yang menjadikan kita sebagai hambanya memiliki kekuatan dalam iman sehingga menjadikan ujian terasa ringan. Dan Allah akan memberikan jalan keluar bagi mereka yang sabar, tabah, dan mau berusaha sehingga ujian dalam hidup tersebut mendapatkan jalan keluar. Sebagai mana firmannya, bahwa :

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Q.S Al Insyiroh ayat 5-6)

Sebut saja, pak Badrus, yang nama lengkapnya Drs. M. Basrusjsjawali. Beliau merupakan guru senior di sekolah ini, kelahiran Malang, 01 April 1961. Setelah menikah dikaruniai 2 putra. Diusianya yang ke 52 ini beliau mendapatkan ujian dari Allah berupa sakit yaitu adanya infeksi di usus besarnya, yang mengharuskan untuk operasi.

Sebelumnya beliau tidak merasakan adanya gangguan di saluran perncernaannya. Sakit perut biasa yang dirasakannya. Sehingga pada tanggal 14-15 Januari 2013 beliau mendapatkan amanah untuk mendampingi siswa dalam kegiatan Diklatsar Dewan Anak selama 2 hari. Pada hari kedua beliau juga masih semangat layaknya guru yang lain, ikut mendampingi para siswa dikegiatan survival di Coban Rondo pada pagi hingga sore hari.

Betapa kagetnya saya, saat menerima kabar bahwa beliau sekarang di UGD RSSA Malang, langsung saja beberapa teman segera menjenguknya. Informasi dari istrinya, sebut saja Dyah, mengatakan “ Bapak sakit polespomi (usus besar membusuk), usus besarnya robek dan harus di operasi karenaa kotoran yang ada idalamnya telah merambah dan menjadi infeksi di dalam lambungnya”. Tuturnya.

Setelah itu petugas UKS dan didampingi pendidik melobby ke dr bedah (dr Seyto) yang menjadi wali murid yang juga bertugas di sana, dan Alhamdulillah beliaunya akhirnya menangani secaraoperasi pak Badrus. Sebanyak 5 kali pak Badrus menjalani operasi. Menurut dokter dampak dari operasi ini pak Badrus dapat mengalami kelumpuhan, tidak berfungsinya beberapa organ tubuhnya, dan lain sebagainya. Terasa pupus harapannya untuk bisa sehat lagi, karene badannya semakin lemah, pucat dan tak berdaya. Namun motivasi dari teman-teman dan juga dari para wali murid dan siswa dan juga atas doa dari semuanya akhirnya beliau bangkit semangatnya untuk bisa menjalankan tugas mulianya sebagai seorang guru.

Dr Setyo yang dengan sabar mengontrol kesehatan pak Badurs mengatakan ,”sampeyan di tunggu anak-anak pak, yang semangat, makan dan istirahat yang cukup biar cepat sehat”. Kata-kata ini terasa menjadi kekuatan pada diri pak Badrus untuk bangkit segera bertemu dengan anak-anak. Dan 3 bulan setelah perawatan dan beliau diperboleh untuk istirahat di rumah. Selama menjalani therapi di rumah beliau selalu ingat akan anak-anak di sekolah, “kepengen sekali bertemu dengan anak-anak” katanya.

Dan dua bulan berikutnya sambil menunggu operasi yang ke 6 beliau menghadap kepala sekolah utuk diperkenankan masuk kerja lagi. Subhanallah. Beliau merasakan adanya mukjizat yang luar biasa saat bertemu dengan anak-anak, serasa badannya sehat kembali, bahkan belaiau sekarang sudah mengajar walaupun dalam kondisi sakit.

Sepekan yaang lalu saya mendapatkan informasi bahwa dalam bulan Nopember ini beliau akan menjalani operasi untuk mengembalikan usu besarnya yang selama ini ada diluar perutnya. Mohon doa restunya semoga operasi beliau berjalan dengan lancar dan segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Semangat ya pak Badrus, “para siswa selalu mendoakanmu dan menunggu selalu kedatangan guru sepertimu, sabar ya pak…sekali tetap semangat…”.

By Ims Humas

About

Check Also

Tipe Orang Tua yang Anaknya Rentan Jadi Korban Bullying

Dr. Dhiah Saptorini, S.E, M, Pd. (Kepala Sekolah SD Plus Al-Kautsar Malang) Saya bisa membayangkan …

Leave a Reply