Home / Berita / MENGAPA SAYA MEMILIH SD PLUS AL-KAUTSAR

MENGAPA SAYA MEMILIH SD PLUS AL-KAUTSAR

Beberapa minggu lalu saya share cerita di facebook soal tingkah Cecil di sekolah. Lalu, beberapa teman bertanya kenapa pilih menaruh anak sekolah di sana? Sejujurnya, alasan memilih SD Al-Kautsar itu sangat sederhana: karena memilih untuk tidak memasukkan ke sekolah negeri. Kenapa tidak ingin masuk sekolah negeri? Juga sederhana sekali alasannya: karena untuk masuk sekolah negeri, anak-anak harus bisa baca tulis. Oh, jadi mereka saat itu tidak bisa baca tulis? tidak juga. Mereka bisa, walau tidak lancar. Hanya saja, its against our idealism. Mereka seharusnya bisa masuk sekolah tanpa harus melalui test. Jadi, opsi masuk sd negeri kami coret.

Mengapa tidak masuk ke sd yang lain? Sebenarnya ada beberapa opsi sd swasta selain Al-Kautsar. Ada beberapa sekolah swasta di dekat sawojajar, salah satunya SD Muhammadiyah 9. Opsi ini kami coret karena posisi sekolah berada di pinggir jalan raya yang mana sering terjadi kecelakaan. Lalu ada SD Sabilillah. Opsi ini kami buang karena menganut full-day school. Menurut kami, sebaiknya anak-anak jangan dimasukkan ke sekolah dengan konsep full-day. Biar mereka sekolah di pagi sampai siang hari, sorenya main dengan rekan-rekan seumuran di kompleks. Am I against full-day? Nope. Kalau memang ada keluarga yang butuh itu, go ahead, I wont judge them.

Lalu kenapa Al-Kautsar? karena lokasi sekolahnya berada di dalam kompleks perumahan, jadi sangat meminimalisir trafik kendaraan yang berseliweran, tidak ada full-day school (dulu, sih). Sekarang ada karena banyak orang tua yang menginginkan anaknya full-day. Tapi ini opsional, hanya untuk mereka yang menginginkan. Dan, kalau sudah memilih full-day, maka harus komitmen setahun. Tahun depan bisa kembali ke jadwal reguler bila diinginkan. Di sini juga ada ekskul drumband yang disenangi Cecil. Juga ada ekskul renang yang dilakukan di kolam renang pribadi milik sekolah ini. Kolam renang ada di dalam kompleks sekolah. Kompleks sekolah juga sangat hijau, dengan pohon-pohon tinggi tersebar di banyak tempat, rumput hijau di mana-mana, Ada banyak biopori tersebar, serta tanaman kecil di pot yang dirawat oleh murid. Yang paling penting, lokasinya dekat dengan rumah!

Selain alasan lokasi dan full-day, serta pre-test, ada beberapa alasan yang cukup fundamental kenapa kami memilih SD Al-Kautsar.

Sekolah ini menganut faham kecerdasar majemuk (multiple intelligences). Sejak kelas dan dua, setiap murid sudah dimonitor oleh guru kelas, seperti apa tipe kecerdasan seorang murid. Selain itu, orang tua murid juga diundang untuk diwawancara mengenai bagaimana perilaku anak di rumah, seperti apa murid tersebut belajar dan bermain di rumah. Dari hasil tersebut, di kelas 3, murid akan dikelompokkan dengan teman-teman yang memiliki tipe kecerdasan serupa. Misal, murid dengan kecerdasan musik, proses pengajaran akan menggunakan alat bantu musik, belajar sambil bernyanyi, dll. Di kelas-kelas awal, murid juga tidak banyak dibebani dengan PR. Memang masih ada, hanya saja, tidak setiap hari dan setiap pelajaran ada PR. Sering kali, malah PR tersebut adalah jenis kerajinan yang harus dikerjakan bersama dengan orang tua. Ya, banyak mata pelajaran yang diberikan, berhubungan dengan kehidupan dengan orang di sekitarnya. Mungkin karena ini salah satu konsep dari model belajar tematik dari kurikulum 2013?

Ah, terkait dengan kurikulum 2013, SD Al-Kautsar sudah menerapkan model belajar tematik sejak pertama kali berdiri (sekitar 2003, kalau tidak salah). Jadi, 10 tahun sebelum pemerintah menerapkan model ini, Al-Kautsar sudah matang dengan cara belajarnya. Ibu kepala sekolah juga menulis beberapa buku materi tematik terbitan Erlangga.

Pada hampir setiap pertemuan wali murid, ibu kepala sekolah ini sering kali berujar agar jangan membully murid. Aneh kan, mengapa kepala sekolah mengingatkan hal ini kepada wali murid? Karena nyatanya, kita sebagai orang tua sering kali memaksa murid untuk selalu belajar, belajar, dan belajar. Tidak boleh keluar main kalau belum belajar. Tidak dibelikan barang x kalau belum belajar, dan lain sebagainya. Sering juga, baru pulang sekolah sudah ditanyain: belajar apa tadi? Itu semua tidak sebaiknya dilakukan terhadap seorang murid. Apa lagi untuk murid yang baru kelas satu-dua. Ini juga salah satu alasan mengapa jarang memberikan PR. Agar murid bisa bermain bebas setelah pulang sekolah. Guru-guru di sekolah ini juga jarang sekali memberi informasi kalau akan ada UTS. Selain itu, nilai ulangan juga bukan penentu utama. Karena itu tadi, sekolah ini menganut multiple intelligences. Jadi ada banyak faktor untuk menilai seorang murid. Faktor-faktor ini dijabarkan semua di raport akhir semester. Jadi, raportnya itu berlembar-lembar berisi deskripsi kecerdasan dan pencapaian murid semester tersebut, tanpa ada rangking.

sumber: https://ariefbayu.xyz/mengapa-saya-memilih-sd-plus-al-kautsar-c4db0b88f6b8

About udin

Check Also

DHIAH SAPTORINI, KASEK BERWAWASAN LINGKUNGAN TERBAIK

MALANG – Kepala SD Plus Al-Kautsar, Dhiah Saptorini, SE. M. Pd sukses menjadi juara 1 …

Leave a Reply