Home / Artikel / SD PLUS AL-KAUTSAR GELAR WORKSHOP INTERNASIONAL

SD PLUS AL-KAUTSAR GELAR WORKSHOP INTERNASIONAL

MALANG – SD Plus Al-Kautsar menggelar workshop internasional yang diikuti oleh puluhan peserta terdiri dari guru dan Kepala Sekolah dari beberapa sekolah di Kota Malang, Rabu (7/12). Workshop tersebut bertema managing environmentally friendly learning resource dengan pemateri Madame Ooi Choon Meng dari Institut Perguruan Guru di Kuala Lumpur Malaysia. Melalui workshop ini diharapkan wawasan guru semakin luas terhadap pendidikan sekolah dengan konsep project best learning (PJBL).
Kepala SD Plus Al-Kautsar Dhiah Saptorini, SE. M.Pd, menuturkan, di Indonesia masih banyak konsep pembelajaran yang salah. Meskipun konsep-konsep kecil tapi sangat berpengaruh jika diimplementasikan dengan cara yang tidak tepat. “Maka dengan workshop ini kami berharap pada Madam Ooi selaku pemateri untuk bisa meluruskan kesalahan konsep ini,” ungkapnya.
Rini mengatakan, pihaknya sengaja mengambil PJBL yang sudah ada kurikulumnya. Akan tetapi konsep ini belum bisa diimplentasikan karena kebanyakan guru masih kebingungan. Dia sendiri mengaku sudah seringkali melakukan sosialisasi dan edukasi kepada guru-guru sekolah lain terkait PJBL. Namun ketika di luar lingkungan SD Plus Al-Kautsar mereka menemukan hal yang berbeda.

“Mungkin dengan pemateri yang handal dan ahli di bidangnya, workshop ini akan membuat pemahaman guru semakin kuat. Karena kami tidak ingin ‘makan’ sendiri, harus mengajak dan berbagi dengan yang lain,” tuturnya.

Belajar bersama merupakan prinsip bagi SD Plus Al-Kautsar. Sehingga seringkali sekolah di Jalan Simpang LA Sucipto ini ‘keluar kandang dan turun gunung’.

“Kita harus mengimbas. Kalau tidak begitu ilmu kita akan hilang,” imbuhnya.

Pelaksanaan workshop ini sendiri merupakan ide dadakan yang didapat Rini setelah melaksanakan study dengan beberapa sekolah lain ke Kuala Lumpur. Bersama BLH Kota Malang, Ia belajar banyak tentang sistem dan konsep pembelajaran di sana.  Banyak ide yang didapat sebagai bahan referensi untuk mengawal pendidikan Al-Kautsar. “Intinya adalah budaya. Bahwa semangat belajar orang di sana sangat tinggi dalam hal apapun. Banyak inovasi yang jalan. Sementara di Indonesia banyak inovasi hanya tertumpuk menjadi karya tulis,” tegasnya.

Arif Darmawan, Staf Komunikasi Lingkungan BLH Kota Malang mengapresiasi gagasan SD Plus Al-Kautsar dalam berbagi ilmu dan memberikan imbas sekolah adiwiyata kepada sekolah lain. Ia menilai sekolah ini merupakan sekolah yang konsisten dalam mengimplentasikan pendidikan berwawasan lingkungan hingga mencapai gelar Adiwiyata Mandiri. Tak salah jika pihaknya menjadikan SD Plus Al-Kautsar sebagai salah satu peserta rombongan ke Kuala Lumpur Malaysia pekan lalu.

Arif mengatakan agenda study ke luar negeri merupakan reward bagi beberapa sekolah yang dinyatakan lulus dalam Instrumental Data Challenge yang digelar BLH dengan sistem on line. Tidak lebih dari 30 sekolah yang dilibatkan. Namun hanya 20 sekolah yang dinilai BLH sebagai sekolah yang aktif dalam challenge tersebut. Setelah dilakukan penilaian lebih lanjut ternyata hanya 11 sekolah yang konsisten. “Di sana (Kuala Lumpur,Red) mereka mengikuti workshop metode pengajaran abad 21. Menggali paradigma-paradigma baru terutama materi lingkungan yang sifatnya bisa terintegrasi di semua mata pelajaran,” terangnya. (imm/sir/oci) (Malang Pos, 8 Desember 2016)

About

Check Also

SISWA SD PLUS AL-KAUTSAR MALANG NOMOR EMPAT ASIA, BERSIAP KE BRASIL

SISWA SD PLUS AL-KAUTSAR MALANG NOMOR EMPAT ASIA, BERSIAP KE BRASIL MALANG Kedatangan Aqila Ghaida …

Leave a Reply