Home / Artikel / SENANGNYA, SD PLUS AL-KAUTSAR MAKIN RINDANG DAN SEJUK

SENANGNYA, SD PLUS AL-KAUTSAR MAKIN RINDANG DAN SEJUK

MALANG – Pemandangan berbeda terlihat di area taman SD Plus Al-Kautsar sejak Kamis, (8/12). Terlihat puluhan petak taman vertikal mengihiasi sepanjang jalan menuju gedung sekolah. Demikian juga tembok-tembok yang dulunya tanpa hiasan apapun, kini dipenuhi tanaman hias berupa bunga-bunga maupun tanaman berkhasiat. Lebih dari 1000 tanaman hias dengan aneka pot warna-warni bertengger di taman-taman mini tersebut.
Inilah taman mini vertikal hasil karya siswa dan orangtua yang diciptakan dalam rangka memperingati Hari Menanam di lingkungan SD Plus Al-Kautsar. Setiap petak berukuran 5 x 3 meter. Masing-masing kelas diberi satu petak untuk digarap menjadi satu taman. Karya ini dilombakan dan dinilai oleh pihak BLH dan DKP Kota Malang sebagai tim juri.
Seakan tak mau lepas dari perhatiannya terhadap lingkungan, SD Plus Al-Kautsar terus berinovasi untuk meningkatkan pendidikan peserta didiknya dengan wawasan lingkungan.
“Ide ini tercetus oleh kepala sekolah kami setelah beliau terpilih menjadi juara 1 Kepala Sekolah Berwawasan Lingkungan,” ujar Kabid Akademik SD Plus Al-Kautsar, Imam Syafi’i, S. Ag.

Mutu pendidikan SD Plus Al-Kautsar terus ditingkatkan. Di tangan Dhiah Saptorini, SE. M.Pd sekolah ini maju dan berkembang sebagai sekolah unggul dan berbudaya mutu. Utamanya di bidang lingkungan yang mengalami kemajuan pesat sehingga gelar Adiwiyata Mandiri berhasil dicapainya. Gelar itu pun diperkuat dengan keberhasilannya menjadi juara 1 dalam lomba Kepala Sekolah Berwawasan Lingkungan Tingkat SD se Kota Malang pekan lalu.

Kini, inovasi itu dilanjutkan dengan digelarnya lomba taman antar kelas. Guru, siswa dan orangtua dilibatkan untuk membuat taman-taman kecil yang ditanami aneka tanaman hias untuk menjadikan sekolah semakin terlihat indah dan asri.

Sebagai sekolah adiwiyata tentu lomba tidak dilakasankan dengan instan. Konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) tetap diberlakukan sebagai cerminan sekolah yang berbudaya lingkungan. Pot-pot bunga yang digunakan merupakan hasil daur ulang alias dibuat dari barang bekas. Tujuannya tentu mengurangi limbah dengan memanfaatkan bahan habis pakai. Seperti botol air mineral, kaleng susu dan sebagainya. bahan-bahan ini dicat dan dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak cantik.

Tidak hanya menanam, para siswa juga diharuskan membuat deskripsi tentang tanaman meraka.  Muatannya antara lain nama ilmiah tumbuhan terkait, karakter hingga manfaatnya bagi manusia. Deskripsi tersebut ditempel di pot dan di sekitar taman masing-masing. “Harapannya tentu ada nilai lebih yang bisa dipelajari dari apa yang mereka buat,” tambah Imam.

Sementara itu, Sari Wahyu Ningsih selaku orangtua siswa merasa senang dengan adanya lomba taman tersebut. Meskipun juga dilibatkan dalam lomba dirinya tidak merasa direpotkan. Bahkan bangga dengan inovasi sekolah untuk menanamkan pengetahuan dengan cara yang unik bagi peserta didiknya.

“Kami setuju, apalagi ini sekolah adiwiyata yang mengajarkan pada anak bagaimana melestarikan lingkungan. Kami senang dengan lingkungan Al-Kautsar ini yang rindang dan sejuk,” ucap orangtua dari Cahaya Ayu ini.

Hal senada juga diungkapkan Agus Harijono sebagai wali siswa dari Achmad Rizwan. Persiapan yang dilakukannya bahkan beberapa hari sebelum lomba. Namun ia menjadi termotivasi untuk ikut serta menghijaukan sekolah. “Kami senang bisa mendampingi anak-anak. Banyak nilai edukasi yang bisa dipelajari. Kami menilai ini kegiatan yang sangat postif,” ungkapnya. (imm/sir/oci) (Malang Pos, 9 Desember 2016)

About

Check Also

JUARA I PEKAN SENI PELAJAR KOTA MALANG 2016

Selamat atas prestasi yang dirai oleh ananda : NARENDRA             : Juara I Lomba seni patung …

Leave a Reply