Home / Testimoni Orangtua

Testimoni Orangtua

Bapak Rofiq Ripto Himawan dan Ibu Sari Anisya merupakan orangtua yang ketiga putranya bersekolah di  SD Plus AL-Kautsar Malang. Beliau adalah orangtua dari M. Raditya Himawan (alumni), Sabrina Zahra Kamila (kelas 5), dan Ahmad Rajendra Himawan (kelas 3). 1Berikut pendapat beliau tentang SD Plus AL-Kautsar Malang.

Kami menyekolahkan anak-anak kami di SD Plus AL-Kautsar Malang karena di SD ini ada pelatihan tingkah laku sehari-hari dan budi pekerti yang ditanamkan sesuai dengan tuntunan Agama Islam, dimulai dari pagi hari saat anak-anak baru datang sudah disambut oleh para guru yang sudah berdiri di lorong pintu masuk dan anak-anak langsung mencium tangan para guru satu persatu secara bergiliran dengan tertib. Selain itu lingkungan sekolah juga dirancang sedemikian nyaman, luas, dan lapang serta asri dan bersih, kondisi tersebut sangat mendukung  proses belajar anak-anak sehingga mereka merasa nyaman sehingga diharapkan dapat meningkatkan prestasi anak-anak,sehingga kelak menjadi sumber daya manusia berkualitas yang saleh dan salihah.

Alhamdulillah SD Plus AL-Kautsar Malang telah membantu mengajarkan banyak hal positif yang bermanfaat untuk ketiga anak kami yang bersekolah di sini sehingga memiliki pribadi dan budi pekerti yang sesuai dengan tuntunan Agama Islam yang diperoleh sejak usia dini. Kami berharap SD Plus AL-Kautsar Malang memiliki prestasi lebih baik lagi dengan sarana dan prasana yang semakin lengkap.

—–0—–

 

Bapak Ahmad Faidzin merupakan ayah dari 4 orang putra yang semuanya bersekolah di SD Plus Al-Kautsar. Keempat putra beliau adalah Ahmad Ghifari Fuaiz (alumni), Ahmad Ghozali Fuaiz (alumni), Aqila Ghaida Fuaizah (kelas 4), dan Aqila Ghaitsani Fuaizah (kelas 3). Berikut pendapat beliau tentang SD Plus Al-Kautsar

Alasan pertama kami memilih SD Plus Al-Kautsar Malang adalah karena disini tidak menerapkan ujian masuk bagi calon peserta didiknya. Kami anggap itu merupakan bukti keseriusan sekolah untuk mendidik muridnya, tidak hanya memilih murid yang sudah siap pakai, tetapi semua murid dengan berbagai tingkat kecerdasan.

            Berbeda dengan kebanyakan sekolah lain, disini tidak hanya aspek kognitif anak yang ditekankan, tetapi semua aspek perkembangan memperoleh perhatian yang sama besar. Terbukti sekolah selalu mengijinkan dan mendukung saat anak saya mengikuti pertandingan wushu. Walaupun berkali-kali terpaksa ijin tidak masuk masuk pihak sekolah selalu memberi ijin dan mengapresiasi prestasi anak-anak.

            Kegiatan ekstrakurikuler yang beragam membuat anak-anak makin terasah psikomotoriknya. Jajaran guru juga terbuka saat kami berkonsultasi tentang perkembangan anak. Intinya anak-anak terlihat sangat senang dan bersemangat setiap kali berangkat sekolah dan saat pulang sekolah dengan riang mereka akan bercerita pengalaman bersekolah hari itu.

            Bagi kami itu merupakan bukti bahwa mereka sangat menikmati pendidikannya dan itulah tujuan kami saat memilih sekolah untuk anak-anak kami.

—–0—–

Iyaas Tamaam Wishnukhalaf (kelas 4) dan Iftitah Athaya Wishnuashila (kelas 5) merupakan pasangan dari Bapak Nurbaskoro Whisnubrata dan Ibu Diah Aisnawati. Kedua bersaudara ini termasuk anak yang aktif di sekolah dan berprestasi. Sang kakak yang biasa disapa dengan panggilan Athaya pernah menjuarai lomba pidato dan berhasil meraih juara 2. Tak kalah dengan kakaknya, Iyaas juga pernah menjuarai lomba baca puisi dan meraih juara 1 tingkat kota Malang. Selama di sekolah, mereka juga aktif dalam beberapa kegiatan sekolah, diantaranya menjadi anggota ekstrakurikuler paskibra. Berikut pendapat orangtua mereka tentang SD Plus Al-Kautsar Malang.

Kami mengetahui informasi tentang SD Plus Al-Kautsar Malang dari tetangga. Alasan kami memilih menyekolahkan anak kami di SD ini adalah karena lingkungannya yang luas, nyaman dan jauh dari jalan raya. Dengan lingkungan yang luas, anak-anak bebas bermain dan belajar.

SD Plus Al-Kautsar memiliki kurikulum yang bagus, berbeda dengan sekolah lain. Di sini semua aspek perkembangan memperoleh perhatian yang sama besar, tidak hanya aspek kognitif saja. Selama anak saya bersekolah disini, sikap dan kepribadian mereka menjadi lebih baik dan berprestasi.  Kedua anak saya sering terpilih untuk mengikuti lomba mewakili sekolah. Saya merasa puas telah menyekolahkan anak kami di SD Plus Al-Kautsar ini.

—–0—–

Bapak Arief Bayu Purwanto merupakan ayah 3 putra. Dua putranya bersekolah di SD Plus Alkautsar Malang, Cecillya Rizqy Purwanto (kelas 5) dan Rasyid Fitra Purwanto (kelas 3)

 

Beberapa minggu lalu saya share cerita di facebook soal tingkah Cecil di sekolah. Lalu, beberapa teman bertanya kenapa pilih menaruh anak sekolah di sana? Sejujurnya, alasan memilih SD Plus Al-Kautsar itu sangat sederhana: karena memilih untuk tidak memasukkan ke sekolah negeri. Kenapa tidak ingin masuk sekolah negeri? Juga sederhana sekali alasannya: karena untuk masuk sekolah negeri, anak-anak harus bisa baca tulis. Oh, jadi mereka saat itu tidak bisa baca tulis? tidak juga. Mereka bisa, walau tidak lancar. Hanya saja, its against our idealism. Mereka seharusnya bisa masuk sekolah tanpa harus melalui test. Jadi, opsi masuk SD Negeri kami coret.

Mengapa tidak masuk ke SD yang lain? Sebenarnya ada beberapa opsi SD swasta selain Al-Kautsar. Ada beberapa sekolah swasta di dekat Sawojajar. Opsi ini kami coret karena posisi sekolah berada di pinggir jalan raya yang mana akan lebih berpotensi terjadi kecelakaan. Lalu ada SD swasta yang menganut full day school. Opsi ini kami buang karena menurut kami, sebaiknya anak-anak jangan dimasukkan ke sekolah dengan konsep full-day. Biar mereka sekolah di pagi sampai siang hari, sorenya main dengan rekan-rekan seumuran di kompleks. Am I against full-day? Nope. Kalau memang ada keluarga yang butuh itu, go ahead, I wont judge them.

Lalu kenapa Al-Kautsar? karena lokasi sekolahnya berada di dalam kompleks perumahan, jadi sangat meminimalisasi trafik kendaraan yang berseliweran, tidak ada full-day school (dulu, sih). Sekarang ada karena banyak orang tua yang menginginkan anaknya full-day. Tapi ini opsional, hanya untuk mereka yang menginginkan. Dan, kalau sudah memilih full-day, maka harus komitmen setahun. Tahun depan bisa kembali ke jadwal reguler bila diinginkan. Di sini juga ada ekskul drumband yang disenangi Cecil. Juga ada ekskul renang yang dilakukan di kolam renang pribadi milik sekolah ini. Kolam renang ada di dalam kompleks sekolah. Kompleks sekolah juga sangat hijau, dengan pohon-pohon tinggi tersebar di banyak tempat, rumput hijau di mana-mana, Ada banyak biopori tersebar, serta tanaman kecil di pot yang dirawat oleh murid. Yang paling penting, lokasinya dekat dengan rumah!

Selain alasan lokasi dan full-day, serta pre-test, ada beberapa alasan yang cukup fundamental kenapa kami memilih SD Plus Al-Kautsar.

Sekolah ini menganut faham kecerdasar majemuk (multiple intelligences). Sejak kelas dan dua, setiap murid sudah dimonitor oleh guru kelas, seperti apa tipe kecerdasan seorang murid. Selain itu, orang tua murid juga diundang untuk diwawancara mengenai bagaimana perilaku anak di rumah, seperti apa murid tersebut belajar dan bermain di rumah. Dari hasil tersebut, di kelas 3, murid akan dikelompokkan dengan teman-teman yang memiliki tipe kecerdasan serupa. Misal, murid dengan kecerdasan musik, proses pengajaran akan menggunakan alat bantu musik, belajar sambil bernyanyi, dll. Di kelas-kelas awal, murid juga tidak banyak dibebani dengan PR. Memang masih ada, hanya saja, tidak setiap hari dan setiap pelajaran ada PR. Sering kali, malah PR tersebut adalah jenis kerajinan yang harus dikerjakan bersama dengan orang tua. Ya, banyak mata pelajaran yang diberikan, berhubungan dengan kehidupan dengan orang di sekitarnya. Mungkin karena ini salah satu konsep dari model belajar tematik dari kurikulum 2013?

Ah, terkait dengan kurikulum 2013, SD Plus Al-Kautsar sudah menerapkan model belajar tematik sejak pertama kali berdiri (sekitar 2003, kalau tidak salah). Jadi, 10 tahun sebelum pemerintah menerapkan model ini, Al-Kautsar sudah matang dengan cara belajarnya. Ibu kepala sekolah juga menulis beberapa buku materi tematik terbitan Quadra dan Yudhistira.

Pada hampir setiap pertemuan wali murid, ibu kepala sekolah ini sering kali berujar agar jangan membully murid. Aneh kan, mengapa kepala sekolah mengingatkan hal ini kepada wali murid? Karena nyatanya, kita sebagai orang tua sering kali memaksa murid untuk selalu belajar, belajar, dan belajar. Tidak boleh keluar main kalau belum belajar. Tidak dibelikan barang x kalau belum belajar, dan lain sebagainya. Sering juga, baru pulang sekolah sudah ditanyain: belajar apa tadi? Itu semua tidak sebaiknya dilakukan terhadap seorang murid. Apa lagi untuk murid yang baru kelas satu-dua. Ini juga salah satu alasan mengapa jarang memberikan PR. Agar murid bisa bermain bebas setelah pulang sekolah. Guru-guru di sekolah ini juga jarang sekali memberi informasi kalau akan ada UTS. Selain itu, nilai ulangan juga bukan penentu utama. Karena itu tadi, sekolah ini menganut multiple intelligences. Jadi ada banyak faktor untuk menilai seorang murid. Faktor-faktor ini dijabarkan semua di raport akhir semester. Jadi, raportnya itu berlembar-lembar berisi deskripsi kecerdasan dan pencapaian murid semester tersebut, tanpa ada rangking.

 —–0—–

 

Bapak Kalimin, SH, MH merupakan PNS Kementrian Hukum dan HAM yang bertugas di Lapas Kelas 1 Malang, sedangkan Ibu Siti Sundari, S.Sos merupakan PNS Kemhan yang bertugas di RST dr Soepraoen Malang. Beliau berdua merupakan orangtua dari Andika Putra Wicaksana (Kelas 4) dan Kavinda Putri Andari (alumni, sekarang siswa kelas X SMA Negeri Taruna Nala Malang). Berikut pendapat beliau mengenai SD Plus Al-Kautsar.

Kami menyekolahkan anak-anak kami di SD Plus Al-Kautsar karena sekolah ini merupakan sekolah dasar terpadu yang bernuansa Islam, maka kami berharap agar di sekolah ini putra-putri kami memiliki pondasi dasar keislaman yang kuat sehingga menjadi anak yang salih dan salihah, sehingga berguna bagi agama, orangtua,bangsa, dan negara. Selain itu, lokasinya yang berada di dalam kompleks perumahan, jauh dari jalan raya dengan banyak pohon besar dan rindang, serta fasilitas yang lengkap akan mendukung ketenangan belajar putra-putri kami. Untuk model pembelajarannya pun telah menerapkan tematik, serta MIR (Multiple Intellegences Research) sehingga siswa belajar sesuai dengan tipe kecerdasannya.

 

Menurut kami, pola pengajaran di SD Plus-Kautsar sangat berpengaruh pada perkembangan Ananda di luar sekolah. Pendidikan dasar yang diterima Ananda selama bersekolah di SD Plus Al-Kautsar merupakan awal terbentuknya karakter dan perkembangan pikiran, keimanan, dan ketaqwaan terhadap Allah SWT, serta sosialisasi terhadap lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat.

Kami merasa sangat puas telah menyekolahkan putra-putri kami di SD Plus Al-Kautsar. Putri kami yang pertama adalah lulusan SD Plus Al-Kautsar kami nilai sangat bagus dalam sikap, perilaku, dan tingkat kemandiriannya. Mampu membaca Al-Quran dengan pemahaman tajwid, dalam hal sholat pun ia tidak pernah meninggalkan sholat, bahkan sering mengingatkan teman-temannya untuk sholat. Begitu pula dengan anak kami yang kedua walaupun masih kelas 4 namun telah khatam Al-Quran dan memiliki rasa tanggung jawab. Dalam hal prestasi non akademik, putra-putri kami juga diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai perlombaan, putri kami Kavinda berhasil meraih juara 1 baca puisi se-kota Malang tahun 2013. Sedangkan putra kedua kami, Dika pernah meraih juara 3 lomba Durumband se-Malang Raya tahun 2017.

 

Besar harapan kami terhadap perkembangan SD Plus Al-Kautsar selanjutnya dalam menggali potensi-potensi siswa-siswinya agar menjadi anak yang bersemangat, berprestasi, dan beriman.