Home / Berita / Istiqamah dalam Beraqidah

Istiqamah dalam Beraqidah

Aqidah yang kita yakini jangan mudah tergoyahkan oleh sesuatu apapun, harus matap dan kuat dalam hati dan pikiran. Kesampingkan segala omongan atau bujukan orang jika tidak senang dengan kita. Karena omongan orang lain kadang hanya menggoda apa yang kita lakukan. Namun, kita harus tetap menjaga nilai-nilai akhlak, kita harus menanggapi dengan sopan, rendah hati dan menghormati.

Berpegang teguh pada pendirian (Istiqomah) merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap muslim. Terutama dalam masalah-masalah aqidah. Istikomah berarti tidak mudah terpengaruh oleh situasi apapun yang membuat goyah. Jadi maksud dari Istiqomah adalah berpendirian dan berpegang teguh pada agama Allah.

Maka tetaplah (istiqamahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(QS. Hud:11/112)

Untuk mempertahankan aqidah tauhid serta ketaqwaan kita kepada Allah swt, sebagai muslim hendaknya memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Muraqabah, adalah selalu berusaha untuk dekat dengan Allah, uatamanya dalam menjalani perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dan ada rasa malu dan takut apabila hidup tidak sesuai Syariat. ”Kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, dan apabila kamu tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihat kamu. (H.R. Bukhari)

2. Muahadah, yang dimaksud di sini adalah iltizamnya seorang atas nilai-nilai kebenaran Islam. Hal ini dilakukan kerena ia telah berikrar di hadapan Allah SWT.

3. Muhasabah, adalah usaha seorang hamba untuk melakukan perhitungan dan evaluasi atas perbuatannya, baik sebelum maupun sesudah melakukannya.Orang yang cerdas (kuat) adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk hari kematiannya. Adapun orang yang lemah adalah orang yang mengekor pada hawa nafsu dan berangan-angan pada Allah. (H.R. Ahmad)

4. Muaqabah, adalah pemberian sanksi oleh seseorang muslim terhadap dirinya sendiri atas keteledoran yang dilakukannya. (by.Ims/Aka)

Wallaohu A’lamu Bisshowab

About

Check Also

Tumbuhkan Semangat Cinta Lingkungan, SD Plus Al-Kautsar Bentuk Kader Lingkungan

Dalam rangka mencetak generasi yang peduli dan cinta lingkungan, SD Plus Al-Kautsar menggelar pelatihan untuk …

Leave a Reply