Home / Artikel / Menghidupkan Sunnah dengan Berkurban

Menghidupkan Sunnah dengan Berkurban

Qurban ialah penyembelihan binatang qurban yang dilakukan pada Hari Raya Haji (selepas shalat ‘Idul Adha) dan hari-hari Tasyriq yaitu ,11,12 dan 13 Zulhijjah karena beribadah kepada  Allah SWT, yaitu menghidupkan syariat Nabi Allah Ibrahim AS yang kemudian disyariatkan kepada Nabi Muhammad s.a.w.

Firman  Allah SWT:

“Dan telah Kami jadikan unta-unta itu sebahagian daripada syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak daripadanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah diikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”    (surah al-Haj:36)

“Maka dirikanlah solat kerana Tuhanmu dan berqurbanlah.”    (Surah al-Kauthar:2)

Dari Aisyah r.a Nabi Muhammad SAW telah bersabda yang bermaksud: “Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu.”    (Riwayat al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

Zaid bin Arqam berkata: “Mereka telah bertanya, Wahai Rasullullah, apakah Udhhiyah (Qurban) itu? Nabi Muhammad SAW menjawab: “Ia sunnah bagi bapa kamu Nabi Ibrahim.” Mereka bertanya lagi: Apakah ia untuk kita? Rasulullah SAW menjawab: “Dengan tiap-tiap helai bulu satu kebaikan.” Mereka bertanya: “maka bulu yang halus pula? Rasullullah SAW bersabda yang bermaksud “Dengan tiap-tiap helai bulu yang halus itu satu kebaikan.”    (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah)

HUKUM BERQURBAN
Hukumnya Sunnat Muakkad (Sunnat yang dikuatkan) atas orang yang memenuhi syarat-syarat seperti berikut:

  • Islam
  • Merdeka (Bukan hamba)
  • Baligh lagi berakal
  • Mampu untuk berqurban

Sabda  Rasullullah SAW yang bermaksud:

“Aku disuruh berqurban dan ia sunnat bagi kau.” (Riwayat al-Turmuzi).

“Telah diwajibkan kepada ku qurban dan tidak wajib bagi kamu.” (Riwayat Daruqutni)

Walaupun hukum berqurban itu sunnat tetapi ia boleh berubah menjadi wajib jika dinazarkan. Sabda  Rasullullah SAW yang bermaksud: “Siapa yang bernazar untuk melakukan taat kepada Allah, maka hendaklah dia melakukannya.” (Sila Rujuk: Fiqh al-Sunnah)

SYARAT HEWAN QURBAN
Binatang yang diqurbankan dari jenis unta, lembu atau kerbau, kambing biasa yang berumur dua tahun, jika biri-biri telah berumur satu tahun atau telah gugur giginya sesudah enam bulan meskipun belum cukup satu tahun.
Binatang itu disyaratkan tidak cacat, tidak buta sebelah atau kedua-duanya, kakinya tidak pincang, tidak terlalu kurus, tidak terpotong lidahnya, tidak mengandung atau baru melahirkan anak, tidak berpenyakit atau berkudis. Binatang yang hendak disembelih itu mestilah sihat sehingga kita sayang kepadanya.

PELAKSANAAN QURBAN
Waktu menyembelihnya sesudah terbit matahari pada Hari Raya Haji dan sesudah selesai solat ‘Id dan dua khutbah pendek, tetapi afdhalnya ialah ketika matahari naik segalah pada Hari Raya Haji sehingga tiga hari sesudah Hari Raya Haji (hari-hari Tastriq yaitu 11,12 dan 13 Zulhijjah)
Orang yang berkorban disunnatkan memakan sedikit daging qurbannya. Pembagian daging qurban terdapat tiga cara yang utamanya adalah mengikuti urutan seperti berikut:
Lebih utama orang yang berqurban mengambil hati binatang qurbannya dan kaki, seluruh dagingnya disedekahkan.
Orang yang berqurban itu mengambil satu pertiga daripada jumlah daging qurban, dua pertiga lagi disedekahkannya.

Orang yang berqurban mengambil satu pertiga daripada jumlah daging, satu pertiga lagi disedekahkan kepada fakir miskin dan satu pertiga lagi dihadiahkan kepada orang yang mampu. Sabda  Rasullullah SAW: “Makanlah oleh kamu sedekahkanlah dan simpanlah.”

HIKMAH DAN FADHILAT

  • Menghidupkan sunnah Nabi Allah Ibrahim AS.
  • Mendidik jiwa kearah takwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hati mahu berbelanja harta kejalan Allah SWT.
  • Menghapuskan dosa dan mengharap keredhaan  Allah SWT.
  • Menjalinkan hubungan kasih sayang sesama manusia terutama antara golongan berada dengan golongan yang kurang bernasib baik.

Akan memperoleh kendaraan atau tunggangan ketika meniti titian al-Sirat al-Mustaqim diakhirat kelak. Sabda Nabi Muhammad SAW: “Muliakanlah qurban kamu karena ia akan menjadi tunggangan kamu dititian pada hari kiamat.”

About

Check Also

Tipe Orang Tua yang Anaknya Rentan Jadi Korban Bullying

Dr. Dhiah Saptorini, S.E, M, Pd. (Kepala Sekolah SD Plus Al-Kautsar Malang) Saya bisa membayangkan …

Leave a Reply