Mewujudkan visi misi sekolah untuk berperan aktif dalam membangun mutu pendidikan di dalam maupun diluar lembaga, SD Plus Al-Kautsar konsisten membantu lembaga-lembaga pendidikan yang membutuhkan perhatian. Selasa (18/11) lalu, beberapa gurunya berkunjung ke MI Al-Marhamah di Desa Gunung Kunci Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Seperti pada kunjungan ke beberapa lembaga sebelumnya, Al-Kautsar juga menunaikan amanah lembaga dan orang tua siswa untuk menyalurkan bantuan.
Selain uang tunai untuk membantu pembangunan infrastruktur sekolah, ada puluhan buku paket dan perangkat ATK yang disumbangkan oleh siswa-siswi SD Plus Al-Kautsar. âKegiatan ini merupakan bagian dari program kami di bulan Muharram. Kalau ke beberapa yayasan panti asuhan sudah sering kita lakukan walaupun diluar bulan Muharam,â ungkap Humas SD Plus Al-Kautsar Imam Syafiâe S. Pd.
Memilih untuk membantu lembaga pendidikan, Imam menjelaskan adalah suatu amal yang sangat mulia. Apalagi lembaga yang dibantu berada di pelosok desa, yang hampir tidak mendapatkan perhatian termasuk dari pemerintah. Kesempatan ini digunakan SD Plus Al-Kautsar sebagai sarana untuk menyuburkan rasa kepedulian peserta didiknya dalam membatu pendidikan saudara mereka yang tertinggal. âKami ambilkan dana dari infak jumat anak-anak yang telah terkumpul dan juga dari bantuan para wali siswa kami,â terang Imam.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun Malang Post, MI Al-Marhamah merupakan sebuah madrasah di desa Gunung Kunci yang berdiri sejak tahun 1962. Awalnya madrasah ini merupkan lembaga non formal yang bernama MI Nurul Hidayah Hadrotul Islam dengan 150 murid. Jumlah ini terbilang besar mengingat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan saat itu sangatlah minim. Ironinya, jumlah siswa yang cukup banyak itu hanya dibina dan dididik oleh satu orang saja yaitu seorang pria yang akrab dipanggil mbah Suâeb.
Sejak tahun 1965 sampai 1985, pendidikan di MI Nurul Hidayah Hadrotul Islam berjalan sebagai madrasah diniyah. Selama 20 tahun mempertahankan madarsah agar tetap melahirkan generasi terpelajar, mbah sueb mengajar siswanya tanpa digaji. Sebuah perjuangan yang patut diteladani setiap orang.
Sementara nama MI Al-Marhamah diberikan pada madrasah ini pada tahun 1985, namun tetap sebagai madrasah yang berlum terdaftar. Hingga tahun 2008, berkat gagasan dan dukungan masyarakat setempat madrasah ini didaftarkan ke Kantor Departemen Agama (sekarang disebut, kankemenag), menjadi lembaga yang diakui pemerintah. Sejak saat itu MI Al-Marhamah menjadi salah satu madrasah dibawah kebijakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang.
Hingga sekarang, madrasah yang usianya hendak menginjak setengah abad ini, masih memiliki sarana yang sangat minim. Ruangannya tidak lebih dari 4 lokal yang setiap lokalnya digunakan untuk siswa dua kelas. Sementara 1 ruang yang tersisa digunakan untuk ruang guru. Berkat kegigihan dan semangat pantang menyerah Mbah Suâeb dan keluarganya, MI Al-Marhamah masih bertahan hingga saat ini.
âSungguh kami merasa salut pada mereka, tanpa ghiroh dan hati yang tulus mungkin madrasah itu tidak akan bertahan. Sebab perjuangan untuk mencerdaskan generasi bangsa itu bukanlah hal yang mudah,â imbuh Imam.
Rencananya, pihak SD Plus Al-Kautsar juga akan memberikan bantuan berupa bimbingan dan workshop gratis bagi para guru MI Al-Marhamah. Dengan demikian kompetensi mereka akan semakin berkualitas yang diharapkan akan menunjang pada mutu pendidikan yang diselenggarakan disana. (imm/adv/oci) dikutip dari : http://www.malang-post.com/edupolitan/bantu-lembaga-pendidikan-tertinggal
SD Plus Al-Kautsar SD Plus Al-Kautsar